(Foto: Nadiem Anwar Makarim saat menjalani sidang di PN Jakarta Pusat (Tipikor)/Ist)
Pria yang dikenal sebagai pendiri ride-hailing Gojek ini mengungkapkan bahwa tawaran kursi menteri sejatinya sudah ia terima beberapa bulan sebelum pelantikan resmi kabinet. Kala itu, lingkungan terdekatnya termasuk pihak keluarga dan kolega bisnis menyarankan agar dirinya menolak pinangan politik tersebut.
Namun, visi besar yang dipaparkan Jokowi mengenai masa depan digitalisasi di Indonesia melunakkan keputusannya. Nadiem memilih mengabaikan keraguan orang-orang terdekat demi sebuah komitmen perubahan di sektor edukasi.
”Melihat ketulusan Bapak Joko Widodo dalam membicarakan peran teknologi bagi masa depan Indonesia, saya merasa yakin bahwa visi beliau tidak akan bergeser. Atas dasar itulah saya mulai melakukan persiapan dan mempelajari sektor pendidikan secara lebih mendalam,” imbuhnya.
Nadiem juga menyadari langkah Jokowi menunjuk dirinya merupakan sebuah ‘perjudian’ politik yang besar. Sebab, posisi Mendikbud secara tradisional hampir selalu dialokasikan untuk tokoh-tokoh dari organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan besar di Indonesia.

