(Foto: Motor listrik pengadaan BGN di Sentul, Bogor/Ist)
JAKARTA, JURNAL-INDONESIA.COM || Rencana pengalihan aset berupa ribuan motor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN) untuk dihibahkan kepada guru honorer mendapat respons positif dari parlemen. Meski mendukung, DPR RI memberikan catatan kritis agar kebijakan tersebut tidak justru menyulitkan para guru di kemudian hari.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyambut baik ide pemanfaatan aset negara tersebut sebagai bentuk apresiasi bagi guru non-ASN. Namun, ia mengingatkan pemerintah untuk menyelesaikan seluruh urusan administrasi dan legalitas hukum terlebih dahulu sebelum didistribusikan.
Langkah ini krusial mengingat ribuan unit motor listrik hasil pengadaan BGN tersebut saat ini tengah menjadi objek penyelidikan dan sempat disegel oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) di gudang Sentul, Bogor, terkait dugaan kasus rasuah.
”Yang terpenting adalah jangan sampai persoalan tersebut menimbulkan beban baru bagi guru-guru honorer kita. Itu saja. Pastikan terlebih dahulu hal ini tidak bermasalah (secara hukum),” ujar Lalu Hadrian Irfani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

