(Foto: Massa menggeruduk kantor UPT PT Timah Tbk Belitung Timur, Jum’at (7/8/2026)/Ist/Ferdi)
BELITUNG TIMUR, JURNAL-INDONESIA.COM || Suasana di kantor PT Timah yang berlokasi di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, mendadak mencekam pada Jumat (7/8/2026) pagi. Ratusan warga yang didominasi oleh para penambang lokal beserta kaum ibu-ibu (emak-emak) mendatangi dan menggeruduk kantor BUMN tersebut.
Kedatangan massa ini merupakan bentuk protes atas ketidaksesuaian janji serta penetapan kebijakan pembelian dan penimbangan bijih timah oleh perusahaan yang dinilai kian merugikan masyarakat kecil.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, massa merasa diabaikan dan dipersulit saat hendak menjual hasil tambang mereka. Padahal sebelumnya, telah ada kesepakatan bersama mengenai mekanisme penerimaan bijih timah dari penambang rakyat.
Kekecewaan warga kian memuncak lantaran tidak ada perwakilan dari manajemen PT Timah maupun pemerintah daerah yang hadir untuk memberikan penjelasan atau menampung aspirasi masyarakat secara langsung.
”Kite lah banyak diakalek, pejabat bebulak bakal janji (Kita sudah banyak diakali, pejabat berbohong soal janji),” pangkas salah seorang warga yang meluapkan kekecewaannya di tengah kerumunan massa, dilansir dari rekaman video yang diterima redaksi Jurnal Indonesia.com, jum’at (7/8/2026).
Dalam rekaman video berdurasi lebih dari satu menit tersebut, aksi unjuk rasa yang mulanya berlangsung damai berujung ricuh dan anarkis. Massa yang tersulut emosi tampak merobohkan dan merusak fasilitas kantor, termasuk plang nama bertuliskan BUMN PT Timah yang berada di area depan gedung.
Aparat keamanan yang berada di lokasi tidak mampu membendung gelombang massa lantaran jumlah personel yang terbatas dibandingkan dengan kepadatan warga yang terus berdatangan.
Di tengah situasi ekonomi daerah yang makin menekan, masyarakat berharap ada intervensi cepat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur maupun jajaran direksi PT Timah untuk segera memediasi dan mencari solusi atas ketimpangan harga serta mekanisme penerimaan timah ini.
Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi Jurnal Indonesia.com masih berusaha mengonfirmasi pihak manajemen PT Timah maupun kepolisian setempat terkait besaran kerugian material dan langkah pengamanan selanjutnya di lokasi kejadian. (boy)


