​Gagal Selundupkan 8 Ton Timah ke Malaysia: Tim Gabungan TNI AL Amankan TKP, Nama Politisi Gerindra Turut Disorot

(Foto: Tim Gabungan Koarmada RI saat mengamankan Pasir Timah di Pelabuhan Pasir, Belitung Timur/Ist/Ferdi)

BELITUNG TIMUR, JURNAL-INDONESIA.COM || Komando Armada (Koarmada) RI melalui tim gabungan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pasir timah skala besar yang rencananya akan dikirim secara ilegal ke Malaysia. Penindakan tegas tersebut berlangsung di Dermaga Pasir PT Budiarta Nusa, Desa Lilangan, Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur, pada Senin (3/8/2026) malam.

​Dalam operasi penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan total 8 ton pasir timah siap kirim. Berdasarkan estimasi awal, aksi tangkap tangan ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara mencapai Rp57 miliar. Selain menyita barang bukti timah, petugas di lapangan mengamankan satu orang terduga pelaku yang berada di lokasi, sementara seorang sopir truk yang mengangkut pasir timah tersebut berhasil melarikan diri saat penyergapan terjadi.

​Informasi yang dihimpun tim investigasi Jurnal Indonesia mengungkapkan bahwa muatan pasir timah berbobot tonan tersebut diduga kuat milik seorang figur lokal berinisial AC alias JK. Pasir timah tersebut rencananya akan dimuat melalui jalur perairan gelap menuju Malaysia.

​Selain JK, muncul pula nama MN yang disinyalir bertindak sebagai koordinator lapangan (korlap) di wilayah Tanjung. MN diduga memiliki peran penting dalam mengondisikan keamanan serta mengawal pergerakan barang di lapangan sebelum akhirnya digerebek oleh jajaran TNI AL. Sosok MN juga dikaitkan memiliki hubungan kerja serta kedekatan dengan figur politik daerah, yakni HJ dari Partai Gerindra.

​Menanggapi kabar yang menyeret namanya dalam pusaran kasus penyelundupan timah internasional ini, politisi Partai Gerindra berinisial HJ memberikan bantahan tegas. Saat dikonfirmasi, HJ mengaku kaget dan menegaskan tidak tahu-menahu mengenai aktivitas pengiriman timah ilegal maupun proses penindakan yang dilakukan oleh Anggota TNI AL dari Pos Lanal Belitung Timur pada malam Senin tersebut.

​”Gak tau saya ini, kapan ini kejadiannya? Saya aja baru hari ini sampai Belitung,” ungkap HJ saat memberikan klarifikasi melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (5/8/2026).

​HJ juga membantah dengan keras spekulasi yang menyebutkan bahwa dirinya merupakan pemilik dari muatan pasir timah tersebut. Kendati demikian, HJ tidak menampik bahwa sosok MN yang disebut-sebut sebagai korlap lapangan memang terdaftar sebagai bagian dari simpatisan atau kader partai.

​”Memang anak buah partai sih… Siapa ditahan? Nandar (MN) sendiri,” tambah HJ saat mempertanyakan status penahanan korlap tersebut.

​Saat ini, seluruh barang bukti berupa 8 ton pasir timah beserta satu orang terduga pelaku yang berhasil ditangkap telah dibawa dan diamankan di Pos AL wilayah Belitung Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, petugas gabungan masih melakukan pengejaran terhadap sopir truk yang kabur dari lokasi penyergapan.

​Komandan Pos AL Belitung Timur, Lettu (L) Taufik Pabinhar, saat dikonfirmasi mengenai detail penanganan perkara dan identitas para pihak yang ditangkap menyatakan belum dapat memberikan keterangan terperinci karena proses pengembangan masih berlangsung.

​”Waalaikumsalam, saya belum berani memberikan informasi masih pengembangan nanti akan diinfokan,” kata Lettu (L) Taufik Pabinhar melalui pesan WhatsApp, Rabu (5/8/2026) malam.

​Pihak TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus mengusut tuntas jaringan penyelundupan pasir timah ilegal hingga ke akar-akarnya demi menyelamatkan kekayaan sumber daya alam serta kerugian keuangan negara. ​(Boy / Jurnal Indonesia)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *