(Foto: Peserta Latsarmil SPPI/Ist)
Sebelumnya, tiga peserta pertama dilaporkan meninggal dunia hanya berselang beberapa hari sejak latihan dimulai. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan jajaran pemerintahan sempat memberikan respons bahwa pada hari-hari awal materi latihan dinilai belum masuk ke tahap yang berat, sehingga kematian para peserta diduga kuat dipicu oleh faktor riwayat penyakit bawaan yang tersembunyi.
Kendati demikian, gelombang kritik dari publik terus mengalir menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan pelatihan semimiliter bagi warga sipil ini. (JI/Red)

