(Foto: Peserta Latsarmil SPPI/Ist)
Kronologi Meninggalnya Korban Kelima
Berdasarkan laporan kronologi resmi dari Kemhan, sebelum insiden terjadi pada Jumat (26/6/2026), Nola Dya Sari sempat mengikuti rangkaian kegiatan kelas berupa pembelajaran sosiologi dan teknik perkebunan. Sepanjang sesi tersebut, almarhumah dilaporkan tidak menunjukkan keluhan kesehatan apa pun. Namun, kondisinya mendadak menurun menjelang malam hari.
“Sekitar pukul 18.45 WIB, almarhumah mengeluhkan sesak napas disertai suhu badan yang terasa panas. Tim kesehatan di lapangan segera memberikan penanganan awal dan langsung merujuk yang bersangkutan ke IGD Rumah Sakit Singkawang,” jelas Ketut.
Nola tiba di IGD pukul 19.20 WIB dan langsung ditangani secara intensif. Karena membutuhkan fasilitas medis yang lebih komprehensif, ia kemudian dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang, tiba sekitar pukul 20.20 WIB.
“Dalam proses penanganan medis lanjutan di RSUD, pasien mengalami henti jantung (cardiac arrest). Tim medis sempat melakukan tindakan resusitasi jantung dan kardioversi. Namun, meski berbagai upaya maksimal telah dilakukan, nyawa pasien tidak dapat dipulihkan. Almarhumah dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.03 WIB,” ungkapnya.

