(Foto: Peserta Latsarmil SPPI/Ist)
Hasil Seleksi dan Riwayat Kesehatan
Merespons pertanyaan publik mengenai standar fisik dan kesehatan para peserta, pihak Kemhan menegaskan bahwa seluruh calon manajer koperasi, termasuk Nola, telah melalui tahapan seleksi kesehatan yang sangat ketat sebelum diizinkan mengikuti pendidikan militer.
“Yang bersangkutan dinyatakan memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku, dengan catatan kelebihan berat badan (overweight). Saat ini, kami terus mendalami hasil evaluasi medis untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi yang dialami,” tambahnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab penuh organisasi, Kemhan memastikan telah melakukan pendampingan kepada pihak keluarga, memfasilitasi seluruh proses pemulangan jenazah ke kampung halaman, serta menjamin pemberian santunan dan pengurusan hak-hak kepesertaan korban.
Rentetan Kematian Peserta Latsarmil SPPI
Program Latsarmil SPPI dirancang untuk mendidik calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Namun, program ini terus menuai sorotan tajam setelah serangkaian insiden fatal merenggut nyawa para pesertanya secara beruntun.
Sebelum Nola, korban keempat yang dilaporkan gugur adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, peserta yang tengah menjalani pendidikan berat di Satdik Yon Para Raider 465.
Secara keseluruhan, lima korban jiwa ini meninggal di lokasi pendidikan yang berbeda-beda sejak dibukanya pelatihan di lapangan Dirgantara AAU Yogyakarta pada Rabu (17/6/2026).

