(Foto: Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra/Ist/Izar)
BANGKA,ย JURNAL-INDONESIA.COM || Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, mengajak para lulusan Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Pesan strategis tersebut disampaikan Yusril usai memberikan orasi ilmiah dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda XXXVII Universitas Bangka Belitung di Balunijijuk, Kabupaten Bangka, Rabu (29/7/2026).
Menurut tokoh hukum asal Belitung ini, momentum wisuda bukanlah garis akhir dari sebuah proses belajar, melainkan gerbang awal untuk membuktikan kapasitas diri di tengah masyarakat.
“Intinya adalah pesan kepada para wisudawan untuk terus mendalami ilmu pengetahuan dan siap menghadapi tugas-tugas di masa depan. Baik yang telah menyelesaikan studi maupun yang ingin melanjutkan ke S2 atau S3, teruslah belajar demi kemajuan bangsa dan negara,”ย kata Yusril, Rabu (29/7/2026).
Sebagai tokoh nasional kelahiran Belitung 1956, Yusril mengaku memiliki ikatan emosional yang sangat mendalam dengan UBB. Ia sempat bernostalgia mengingat keterbatasan sarana pendidikan di Bangka Belitung pada masa kecilnya.
“Saya lahir di Pulau Belitung tahun 1956. Dulu saya berjalan kaki sekitar 12 kilometer untuk bersekolah tanpa memakai alas kaki. Bahkan saya bersekolah di SMA malam karena saat itu belum ada SMA negeri,”ย kenangnya.
Melihat perkembangan saat ini, ia menegaskan bahwa keberadaan UBB merupakan salah satu tonggak sejarah dan capaian terbesar setelah terbentuknya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kehadiran kampus negeri ini harus disyukuri karena menjadi mesin penggerak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kita bersama-sama memperjuangkan berdirinya provinsi ini. Sekarang kita memiliki Universitas Bangka Belitung yang akan mengubah wajah masyarakat Bangka Belitung di masa mendatang,”ย ujarnya menekankan.
Menjawab pertanyaan media mengenai konsep talent pool yang disinggungnya dalam orasi ilmiah, Yusril memaparkan bahwa perguruan tinggi berperan sentral sebagai wadah pencetak SDM terdidik yang memiliki pola pikir akademis dan siap pakai.
“Universitas menjadi tempat lahirnya tenaga-tenaga yang terdidik dan mampu berpikir secara akademis. Dari sinilah diharapkan muncul generasi produktif yang mampu mengelola potensi Bangka Belitung, baik di sektor pertambangan, pertanian, kelautan, pariwisata, maupun sektor-sektor lainnya,”ย jelas Yusril.
Pengelolaan potensi daerah secara bijak oleh alumni perguruan tinggi lokal diyakini akan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung di masa depan.
Di sisi lain, menanggapi fokus pemerintah pada pengembangan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), Menko Kumham Imipas menegaskan bahwa pemerintah tidak mengesampingkan ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Menurutnya, skema seleksi masuk perguruan tinggi saat ini dirancang untuk memastikan seluruh mahasiswa memiliki kompetensi dasar yang kuat.
“Sekarang tes masuk perguruan tinggi relatif sama. Mau masuk Fakultas Hukum, Kedokteran, Teknik, atau Ekonomi, semua memiliki dasar kemampuan yang sama. Setelah itu baru dikembangkan sesuai bidang ilmunya masing-masing,”ย ungkapnya.
Yusril membandingkan kondisi tersebut dengan eranya dulu, di mana seleksi dilakukan sangat spesifik sejak awal berdasarkan fakultas. Ia meyakini, penguasaan sains dan ilmu sosial yang berjalan seimbang akan membentuk karakter generasi muda yang adaptif dan berpikiran komprehensif.
“Saya yakin generasi baru akan jauh lebih baik daripada generasi kami. Yang penting adalah bagaimana ilmu pengetahuan itu terus dikembangkan sesuai kebutuhan zaman,”ย pungkasnya. (IZ/red)


