(Foto: Para buruh bangunan yang sedang mengerjakan proyek jembatan KNMP di Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Babel, Rabu (24/06/2026)/Ist)
Meski demikian, Fairus mengklaim telah menginstruksikan para pekerja di lapangan untuk melakukan pembongkaran dan evaluasi pasca-mencuatnya temuan ini.
“Saya langsung minta pekerja mengevaluasi dan mengganti material yang tidak sesuai menjadi besi ulir sebagaimana spesifikasi yang diinformasikan kepada saya,” tambahnya.
Urgensi Transparansi dan Pengawasan Komprehensif
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada audit komprehensif terkait berapa volume beton yang terlanjur dicor menggunakan besi non-spesifikasi tersebut. Lemahnya fungsi pengawasan dari konsultan supervisi maupun pihak Ditjen Perikanan Tangkap KKP memicu pertanyaan besar dari masyarakat setempat.
Publik Belitung mendesak aparat penegak hukum dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera turun tangan memeriksa indikasi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) pada proyek berbiaya jumbo ini. Warga berharap niat baik pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur nelayan tidak dijadikan ladang keuntungan pribadi oleh oknum kontraktor nakal. (AL)

