(Foto: Para buruh bangunan yang sedang mengerjakan proyek jembatan KNMP di Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Babel, Rabu (24/06/2026)/Ist)
Tulangan Beton Dermaga Diduga Disunat
Temuan krusial yang paling mengemuka di lokasi proyek adalah dugaan manipulasi spesifikasi material pada konstruksi bangunan dermaga.
Pantauan langsung di lapangan pada Rabu (24/06/2026) mendapati penggunaan komponen besi polos berdiameter 10 mm. Padahal, merujuk pada cetak biru teknis, struktur penopang dermaga wajib menggunakan besi ulir berdiameter 11 mm sebagai tulangan utama beton.
Analisis Teknis Redaksi: Secara kaidah teknik sipil, besi ulir (deformed bar) memiliki tingkat durabilitas dan daya cengkeram beton yang jauh lebih superior dibandingkan besi polos. Penggantian material secara sepihak ke besi polos berpotensi fatal, menurunkan batas beban maksimum dermaga, memperpendek umur bangunan, serta rawan runtuh akibat korosi air laut dalam jangka panjang.
Saat dikonfirmasi mengenai kejanggalan material tersebut, Project Manager (PM) KNMP Sungai Padang, Fairus, tidak menampik adanya temuan besi yang menyalahi aturan. Namun, ia buru-buru melempar tanggung jawab dengan alasan dirinya merupakan pejabat baru di proyek tersebut.
”Kalau [penggunaan besi] ini bukan saya, masih orang lama. Jadi ini bukan koridor saya,” kilah Fairus saat ditemui awak media, Rabu (24/6/2026).

