“Properti itu aset bernilai tinggi. Uang korupsi yang jumlahnya miliaran sampai triliunan lebih gampang disamarkan kalau dibelikan tanah atau rumah mewah,” ujar Rizal kepada Jurnal Indonesia, Sabtu (06/06/2026).
Menurut Rizal, ada 3 alasan utama kenapa koruptor doyan beli properti:
1. Nilai Investasi Terus Naik
Harga tanah dan bangunan cenderung naik tiap tahun. Uang haram yang dibelikan properti justru bisa berlipat ganda. “Koruptor mikirnya sekalian investasi. Bukan cuma nyamarin, tapi untung,” tegasnya.
2. Mudah & Sah Secara Hukum
Selama ada uang, beli properti itu legal. Proses PPJB, AJB, sampai balik nama sertifikat bisa jalan normal kalau korupsi belum terungkap. “Kalau belum ketahuan, transaksinya clear and clean. Propertinya aman,” jelas Rizal.
3. Tidak Mencurigakan
Menyimpan uang tunai miliaran di brankas sangat berisiko. Sementara properti bisa dipakai, disewakan, atau dijual kembali tanpa kecurigaan. “Lebih aman dari pada simpan duit cash,” tambahnya.
Rumah Mewah Jadi ‘Mesin Cuci’ Uang Korupsi: KPK Ungkap Modus Beli Properti Pakai Emas Batangan

