(Foto: Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat membuka Belitung Expo 2026 di Pantai Tanjung Pendam, Belitung (01/06/2026).
BELITUNG, JURNAL-INDONESIA.COM || Semarak peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT) ke-188 resmi dimulai dengan penuh kemeriahan. Pemerintah Kabupaten Belitung melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (DKUKMPTK) resmi membuka gelaran tahunan Belitung Expo 2026.
Berlokasi di kawasan Pantai Wisata Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjungpandan, pesta rakyat dan pameran ekonomi kreatif ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai dari tanggal 1 hingga 5 Juli 2026.
Tahun ini, Belitung Expo mengusung tema yang visioner: “Menuju Kota Global Berbasis Maritim dan Budaya, UMKM Sehat, Naik Kelas dan Bermartabat”. Event ini didesain bukan sekadar sebagai panggung hiburan masyarakat, melainkan juga sebagai ajang promosi strategis sekaligus motor penggerak roda perekonomian daerah yang melibatkan ratusan pelaku usaha, instansi pemerintah, swasta, hingga komunitas lokal.
Selain menjadi surga bagi para pencinta kuliner dan pemburu produk kerajinan khas daerah, para pengunjung Belitung Expo 2026 juga akan dimanjakan oleh panggung hiburan spektakuler. Sederet artis dipastikan siap menggoyang panggung utama, di antaranya Yendri, penyanyi dangdut berbakat jebolan KDI asal Provinsi Bangka Belitung, serta Jihan Audi, bintang dangdut koplo nasional asal Mojokerto, Jawa Timur.
Rincian 183 Stand UMKM dan Layanan Publik
Dalam laporan resminya, Kepala DKUKMPTK Kabupaten Belitung, Annyta, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta pada tahun ini melonjak tajam. Belitung Expo 2026 sukses menggaet total 183 stand yang terbagi ke dalam beberapa klaster ekonomi dan pelayanan publik.
Untuk sektor kuliner dan industri kreatif, panitia menyiapkan 24 stand UMKM makanan tradisional, 28 stand jajanan kekinian, 18 coffee shop, 10 stand kriya atau kerajinan tangan, 40 stand UMKM berkembang, serta 15 stand untuk Pedagang Kaki Lima (PKL). Selain itu, area pameran juga diramaikan oleh jajaran food truck, akomodasi perhotelan, hingga usaha florist.
Sementara dari sektor pemerintahan, layanan publik, dan korporasi, terdapat 6 stand Pemerintah Provinsi, 38 stand layanan publik yang diisi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama sektor swasta, serta 6 stand promosi dari OPD strategis, Sekretariat Daerah, DPMPTSP, hingga perwakilan dari lima kecamatan, yakni Kecamatan Tanjungpandan, Badau, Sijuk, Membalong, dan Selat Nasik.
Tidak ketinggalan, instansi vertikal dan mitra kerja turut serta unjuk gigi. Di antaranya terdapat 2 stand dari Bea Cukai dan Imigrasi, 1 stand BUMN dari PT Timah, 2 perusahaan swasta yaitu PT Foresta Dwi Karya dan PT Bibit Sawit, 4 stand koperasi, hingga 1 stand khusus dari Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI).
Tren Transaksi Positif dan Fokus Naik Kelas
Annyta memaparkan bahwa tren transaksi riil di arena Belitung Expo terus menunjukkan grafik peningkatan yang positif dari tahun ke tahun. Berdasarkan data statistik DKUKMPTK, pada tahun 2023 total transaksi berhasil menembus angka Rp1,015 miliar. Angka ini kemudian meningkat menjadi Rp1,278 miliar pada tahun 2024 dengan keterlibatan 121 peserta, dan kembali melonjak pada tahun 2025 menjadi Rp1,308 miliar meskipun hanya diikuti oleh 106 peserta.
Namun, Annyta menegaskan bahwa untuk edisi 2026, indikator keberhasilan tidak lagi diukur semata-mata dari besarnya nilai omzet transaksi komersial.
”Untuk Belitung Expo 2026 ini, fokus kami tidak hanya mengejar omzet atau jumlah transaksi. Target utamanya adalah meningkatkan kualitas pembinaan dan memperluas keterlibatan pelaku UMKM dari berbagai kategori. Kami ingin mengawal prosesnya, mulai dari UMKM pemula, UMKM berkembang, hingga mereka benar-benar siap naik kelas,” ujar Annyta pada pembukaan acara, Rabu (1/7/2026).
Bupati Djoni Alamsyah Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Di tempat yang sama, Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menegaskan bahwa momentum Hari Jadi Kota Tanjungpandan ke-188 harus dijadikan titik balik untuk menumbuhkan semangat baru dalam membangun daerah, terutama dalam memperkuat daya saing wilayah.
”Belitung saat ini sedang bergerak cepat memperkuat dan menata Kota Tanjungpandan ke arah pariwisata yang berkelanjutan. Kami juga terus memperjuangkan optimalisasi konektivitas penerbangan serta mengembalikan rasa bangga kita yang mendalam sebagai orang Belitung,” tegas Djoni dalam pidato sambutannya.
Bupati menambahkan, Belitung Expo jangan hanya dilihat sebagai deretan tenda jualan biasa. Lebih dari itu, ini adalah ruang inkubasi bagi tumbuhnya kreativitas, inovasi, dan rasa percaya diri masyarakat terhadap produk lokal (local pride). Ia mengingatkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi multidimensi yang solid antara masyarakat, pelaku UMKM, dunia usaha, instansi vertikal, hingga jajaran Forkopimda.
Mengakhiri arahannya, Bupati Djoni Alamsyah secara khusus mengajak seluruh warga Belitung dan para wisatawan yang sedang berkunjung untuk meramaikan lokasi acara di Pantai Tanjung Pendam selama lima hari ke depan.
”Saya mengajak seluruh masyarakat untuk hadir setiap hari di Belitung Expo 2026. Kalau tidak sempat pagi hari, datanglah siang, sore, ataupun malam hari. Di sinilah ruang interaksi nyata antara masyarakat dengan para pelaku UMKM kita terjadi, yang pada akhirnya akan menggerakkan dan menghidupkan ekonomi kerakyatan kita,” pungkas Djoni. (JI/Red)

