(Foto: Pengamat Kebijakan Publik Said Didu saat melihat langsung penambang Rakyat di Belitung Timur/Ist)
“Bagaimana nasib kami para penambang, hasil kami menambang dibeli dengan harga murah sekali. Harga di sini hanya Rp 120 ribu (per kilogram), padahal di luar negeri seperti saya baca berita beberapa bulan lalu hampir mencapai Rp 1 juta,” tuturnya pilu.
Mewakili suara hati ribuan penambang rakyat di Negeri Laskar Pelangi, Abdurrahman pun menaruh harapan besar pada kepemimpinan nasional yang baru agar mau turun tangan membenahi ekosistem tambang rakyat demi kesejahteraan daerah.
“Kami sangat berharap sekali kepada pemerintah yaitu Bapak Presiden Prabowo agar memperhatikan harga hasil dari tambang kami. Agar rakyat daerah penghasil timah memiliki kesejahteraan,” ungkap Abdurrahman menutup perbincangan. (AL)


