(Foto: Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Suahasil Nazara saat memberikan pemaparan dalam agenda Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Jum’at (9/10/2026) kemarin/Ist/Andi DNA)
JAKARTA, JURNAL-INDONESIA.COM || Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi pendapatan negara hingga akhir September 2026 telah terkumpul sebesar Rp2.341,5 triliun. Capaian tersebut setara dengan 74,2 persen dari total target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan bahwa penerimaan hingga kuartal ketiga tahun ini menunjukkan kinerja anggaran yang cukup solid dan berada pada jalur yang tepat.
โSampai dengan akhir September, kinerja anggaran kita cukup baik. Pendapatan negara telah terkumpul Rp2.341,5 triliun. Akhir September itu adalah tiga perempat tahun. Jadi kalau pendapatan negara sudah terkumpul 74 persen, artinya on track,โ ujar Suahasil Nazara saat memberikan pemaparan dalam agenda Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Jum’at (9/10/2026).
Secara tahunan (year-on-year), angka realisasi pendapatan negara tersebut mengalami kenaikan sebesar 25,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Di sisi lain, Kemenkeu mencatat realisasi belanja negara per akhir September 2026 telah mencapai Rp2.660,5 triliun atau sekitar 69 persen dari alokasi anggaran. Pemerintah memproyeksikan laju penyerapan belanja akan mengalami percepatan pada sisa kuartal IV-2026, khususnya menjelang akhir tahun.
โBelanja negara sudah dibelanjakan Rp2.660,5 triliun, ini adalah 69 persen. Relatively on track, tentu nanti akan ada percepatan belanja, terutama di bulan November dan di bulan Desember. Tetapi tiga perempat tahun belanja hampir 70 persen, ini artinya juga oke, on track,โ tutur Suahasil.
Suahasil juga menegaskan bahwa postur APBN sejak awal memang didesain mengalami defisit. Langkah tersebut diambil agar alokasi belanja negara dapat dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta mendukung berbagai program prioritas masyarakat.
โMemang APBN kita dari sejak awal didesain untuk defisit. Artinya, kita desain supaya belanja negara bisa lebih tinggi dari apa yang kita kumpulkan dari masyarakat, pendapatan negara,โ ungkapnya.
Dengan pencapaian pendapatan negara yang mendekati 75 persen di tiga perempat perjalanan tahun anggaran, pemerintah optimistis target APBN 2026 dapat terealisasi secara optimal hingga akhir Desember mendatang. (DS)



