Asrama Putra Ponpes Syekh Burhanuddin Kuntu Kampar Ludes Terbakar

(Foto: Si Jago Merah melahab Pondok Pesantren Salafiyah Burhanuddin Kuntu, Desa Kuntu Darussalam, Kampar Kiri, Kabupaten Kampar Riau/Ist/Hafni)

KAMPAR KIRI, JURNAL-INDONESIA.COM ||Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syekh Burhanuddin Kuntu, Desa Kuntu Darussalam, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau. Bangunan asrama putra di kawasan pesantren tersebut ludes terbakar pada Senin (10/8/2026) malam.

Informasi yang dihimpun dari warga setempat menyebutkan kobaran api membubung tinggi dan dengan cepat membesar hingga menghanguskan seluruh fisik bangunan asrama putra. Hingga pukul 21.49 WIB, titik awal munculnya api serta penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah tersebut.

“Jika ada anggota keluarga atau anak yang saat ini berada di Pondok Pesantren Kuntu Darussalam, mohon segera mengecek atau menghubungi pihak di Kuntu,” imbau salah seorang warga melalui pesan singkat yang diterima redaksi.

Pesantren Bersejarah di Kampar Kiri

Peristiwa ini mendulang simpati dan perhatian luas dari masyarakat Riau. Pasalnya, Ponpes Salafiyah Syekh Burhanuddin Kuntu merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam legendaris yang telah berdiri sejak 1 Februari 1973. Pesantren ini didirikan oleh tokoh agama terkemuka, K.H. Dr. Angku Mudo Djamarin.

Selama puluhan tahun, lembaga ini dikenal aktif memadukan kurikulum pendidikan Islam salafiyah, pendidikan umum, serta pembekalan keterampilan mandiri bagi para santri.

Saat ini redaksiย Jurnal-Indonesia.comย masih terus berupaya mengonfirmasi pihak pengelola pesantren, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kampar, serta Polsek Kampar Kiri guna memastikan jumlah kerugian material, kondisi seluruh santri, serta kronologi pemadaman di lokasi kejadian. (HF)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *