Meski paket proyek PL tersebut diberikan langsung oleh pihak OPD tanpa perantara, namun dirinya tetap harus mengeluarkan dana untuk Fee paket tersebut. Hanya saja besarannya berbeda dengan membeli dari oknum-oknum tertentu.
“Belum sempat (datang ke dinas), ini hanya menyangkut fee aja, Walau jatah kita, kontraktor tetap keluar dana cuma besarannya saja beda,” ungkapnya.
Terkait hal ini, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belitung, Oskar Yulanda saat di konfirmasi terkait adanya permintaan dan penerimaan Fee untuk setiap paket proyek pekerjaan yang diberikan kepada pengusaha belum menjawabnya.
Begitu juga dengan Kabid Bina Marga PUPR Kabupaten Belitung, Nurul Izzatullah El Yunus, belum juga menjawab konfirmasi wartawan hingga saat ini.
Bupati Belitung Akan Sikapi Serius Dugaan Oknum Dinas Terima Fee Proyek
Bupati Belitung Sikapi Dugaan Jual Beli Proyek dan Permintaan Fee Oleh Oknum Dinas PUPR

