(Foto: Muksu saat berada di pool Eskavator milik Tunky Aribowo/Ist/Sandi)
BANGKA BELITUNG,ย JURNAL-INDONESIA.COMย || Dugaan keterlibatan jaringan pengusaha timah Belitung, Tunky Aribowo, dalam alur distribusi pasir timah ke PT Refined Bangka Tin (RBT) yang tersangkut kasus korupsi tata niaga timah 2015-2022 kian menguat. Sejumlah nama yang disinyalir menjadi orang kepercayaan hingga bagian dari manajemen operasional gudang milik Tunky kini mulai terkuak ke publik.
Berdasarkan penelusuran lapangan tim jurnal-indonesia.com, seorang pria bernama Muksu diduga kuat berperan sebagai koordinator lapangan (korlap) sekaligus penanggung jawab pengangkutan pasir timah ke PT RBT.
Namun, saat hendak dikonfirmasi oleh awak media mengenai aktivitas pengangkutan pasir timah saat masih beraktifitas dahulu, Muksu memilih enggan memberikan keterangan resmi.
“Kalian jangan banyak omong sama dia,” cetus Muksu singkat kepada rekan-rekannya yang berada di pool alat berat milik Tunky sebelum berlalu meninggalkan lokasi mengendarai sepeda motor Honda Vario miliknya, Rabu (14/10/2026).
Selain Muksu, rantai operasional bisnis timah tersebut juga melibatkan sejumlah nama penting lainnya di struktur internal Tunky Aribowo. Pitlan alias Alan disebut-sebut menduduki posisi manajemen yang mengontrol arus keluar-masuk stok pasir timah.
BACA JUGA :
Dalam menjalankan tugasnya, Alan dibantu oleh rekanannya Suhaimi alias Emi, yang bertugas khusus sebagai penimbang pasir timah yang datang dan keluar di gudang milik Tunky di Kelurahan Pangkallalang, Kecamatan Tanjungpandan Belitung.
“Muksu ini diduga kuat sebagai korlap pengangkut pasir timah ke PT RBT dulunya, ada juga Ajon dibagian gudang. Sementara untuk manajemen stok di gudang Tunky dipegang oleh Pitlan alias Alan. Dalam operasionalnya, Alan dan Suhaimi bertugas melakukan penimbangan keluar-masuk pasir timah,” ungkap informasi yang dihimpun tim jurnal-indonesia.com.
Keterlibatan orang-orang kepercayaan Tunky Aribowo ini semakin memperjelas alur distribusi pasir timah ilegal di wilayah Belitung yang bermuara ke smelter swasta pada saat itu. Dan bisa merupakan pintu masuk bagi pihak penyidik Kejagung RI untuk ditindaklanjuti.
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus berusaha mendapatkan tanggapan resmi dari pihak Tunky Aribowo maupun pihak-pihak terkait yang disebutkan dalam operasional gudang tersebut. (San/Red)



