(Ilustrasi mata uang Rupiah-Dollar US/Internet)
Dukungan juga datang dari PBB. Sekjen PBB António Guterres sambut baik kesepakatan ini. Negara E4: Inggris, Prancis, Jerman, Italia, juga keluarin pernyataan bersama: Iran tidak boleh punya senjata nuklir dan siap kerja sama dengan IAEA.
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz kompak dorong implementasi cepat biar ekonomi global pulih.
Faktor Internal: BI Agresif + Isu MBG
Selain geopolitik, Leong bilang rupiah “berot” juga karena faktor dalam negeri. “Iya, damai dan juga penguatan rupiah oleh langkah agresif BI serta pemerintah yang merencanakan akan kembali menurunkan anggaran MBG. Apabila damai, iya rupiah bisa menguat lagi di kisaran Rp17.000,” ujarnya kepada wartawan, Jakarta, Selasa (16/06/2026).
Intervensi BI bikin kepercayaan investor naik. Ditambah sinyal pemerintah mau efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis, pasar merespon positif.

