Dugaan Aktivitas Tambang di Alfaco Kembali Beroperasi Malam Hari, Publik Pertanyakan Pengawasan

(Foto: Beberapa waktu lalu saat pantai Alfaco sempat ditertibkan oleh Polsek Manggar/Ist/Sandi)

BELITUNG TIMUR, JURNAL-INDONESIA.COM || Aktivitas pertambangan di kawasan Alfaco kembali menjadi perbincangan hangat publik. Meski sempat mendapatkan perhatian aparat kepolisian, kegiatan yang diduga berkaitan dengan operasional tambang tersebut disinyalir masih terus berjalan secara tersembunyi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari percakapan warga di salah satu warung kopi kawasan Damar, aktivitas operasional di lokasi Alfaco disebut-sebut telah berlangsung selama tiga malam berturut-turut. Kegiatan tersebut diduga sengaja dilakukan pada waktu tengah malam guna menghindari pantauan masyarakat maupun pihak berwenang.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa informasi tersebut diperoleh dari mantan pekerja yang mendengar langsung pergerakan di lapangan. Operasional dilaporkan kerap dimulai sekitar pukul 24.00 WIB.

“Informasi yang beredar, aktivitas di Alfaco sudah jalan tiga malam dan kabarnya malam ini sekitar jam 12 malam mau jalan lagi,” ujar narasumber melalui pesan singkat, Senin (10/8/2026).ย 

Isu ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat, mengingat oknum yang diduga terlibat sebelumnya dikabarkan telah dipanggil oleh pihak Polres setempat untuk dimintai keterangan.

Saat tim redaksi Jurnal-Indonesia.com mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak yang diduga berkaitan dengan kepemilikan atau pengelolaan tambang tersebut melalui pesan WhatsApp, pihak bersangkutan belum memberikan jawaban tegas mengenai status kepemilikan mesin tambanh di lokasi.

Dalam balasan pesan singkatnya, yang bersangkutan hanya menyampaikan ajakan untuk bertemu secara langsung guna memberikan penjelasan lebih rinci, sembari menyebutkan adanya kesibukan pengamanan pascademo.

“Besok bisa kita ketemu nanti saya ceritain seluruhnya. Nanti saya WA lagi karena sekarang lagi sibuk ngurusan BKO yang dari Polda masalah demo kemarin,” tulisnya.

Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih mengupayakan konfirmasi resmi lebih lanjut dari pihak Kepolisian Resor (Polres) setempat guna memastikan langkah penindakan maupun kejelasan status hukum atas dugaan aktivitas tambang tersebut. (Red)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *