(Foto: Polisi mengamankan barang bukti bahan peledak, Kota Padang Sumatra Barat, Selasa (14/7/2026)/Ist)
Berdasarkan penyelidikan intensif, polisi mengamankan seorang pelajar berinisial R yang berusia 17 tahun. Remaja tersebut diduga kuat merupakan pemilik sekaligus perakit dari rangkaian bom berdaya ledak rendah (low explosive) tersebut.
Dalam proses pemeriksaan awal, R mengakui seluruh perbuatannya. Remaja ini mengaku mempelajari formula dan cara merakit bahan peledak secara otodidak melalui internet. Kepada penyidik, ia juga membeberkan bahwa tindakannya terinspirasi dari peristiwa ledakan bom yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025 lalu.
“Menurut keterangan awal dari terduga, perangkat tersebut dirakit secara mandiri di kediamannya tanpa sepengetahuan orang tua. Bahan-bahan pembuatannya juga diperoleh secara bebas melalui platform daring,” jelas Mayndra.
Tidak hanya belajar mandiri, R diketahui tergabung ke dalam beberapa grup komunikasi daring yang secara khusus membahas mengenai tutorial dan pembuatan bahan peledak.
“Pelaku mengaku bergabung di sejumlah grup online pembuat bahan peledak. Pengakuan ini masih terus kami dalami dan verifikasi untuk mengetahui seberapa jauh keterlibatan jaringan atau pihak lain di belakangnya,” tambah Mayndra.

