Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Rp180 Triliun di Halmahera Tengah

(Foto: Presiden Prabowo Subianto dalam acara peresmian 11 Proyek Hilirisasi bersama Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Mensekneg Prasetyo Hadi, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan, Kamis (8/9/2026)/Ist/Setneg)

JAKARTA, JURNAL-INDONESIA.COM || Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kini akhirnya meresmikan peluncuran 11 proyek hilirisasi industri nikel senilai US$ 10,2 miliar atau setara Rp180 triliun di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).

Peluncuran proyek raksasa tersebut mencakup komersialisasi empat proyek industri yang telah rampung dan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk tujuh proyek industri baru. Langkah strategis ini juga ditandai dengan pelepasan ekspor perdana baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk melanjutkan dan memperkuat program hilirisasi nasional merupakan fondasi utama menuju kemandirian ekonomi bangsa.

“Strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya,” ujar Prabowo di Halmahera Tengah, Kamis (8/9/2026).

Presiden juga memberikan jaminan kepastian hukum dan keamanan investasi bagi seluruh investor yang menanamkan modalnya di Tanah Air.

“Saya di sini tegaskan komitmen Pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati dan mengamankan semua investasi dari mana pun yang ditanamkan di bumi Indonesia. Kita berkomitmen untuk menjaga kemitraan kita dengan sebaik-baiknya,” tegas Prabowo.

Pengembangan kawasan industri di Halmahera Tengah ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah maupun nasional, salah satunya lewat penyerapan tenaga kerja lokal secara masif.

“Sejak pengembangan kawasan ini, penyerapan tenaga kerja dilaporkan telah mencapai lebih dari 100.000 orang,” tambah Presiden.

11 proyek hilirisasi tersebut meliputi ekosistem pengolahan bahan baku baterai seperti nickel manganese cobalt (NMC) dan lithium ferro phosphate (LFP), produksi aluminium elektrolitik, komponen alat berat berbasis EV, hingga fasilitas daur ulang baterai.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara peresmian ini di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, serta Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. (Red)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *