(Foto: Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani/Ist/Alfan)
BELITUNG TIMUR, JURNAL-INDONESIA.COM || Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bergerak cepat merespons aspirasi dan aksi para penambang rakyat di Belitung Timur (Beltim). Dalam pengamanan dan pengawasan ketat, Gubernur Babel, Hidayat Arsani, turun langsung bersama jajaran Forkopimda untuk memastikan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif sekaligus memberikan kepastian terkait tuntutan harga timah.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolda Babel, perwakilan BIN, Kejaksaan, hingga Danrem untuk mengawal proses musyawarah bersama perwakilan penambang dan jajaran direksi PT Timah Tbk.
Gubernur Babel Hidayat Arsani menyampaikan bahwa pihak pemerintah bersama PT Timah Tbk telah mengakomodasi tuntutan utama para penambang di Belitung Timur mengenai penetapan harga bijih timah.
“Pemerintah bersama Kapolda, BIN, perwakilan Kejaksaan, dan Danrem, satu: segera mengamankan Kamtibmas dulu. Ya saya aman, tentram, supaya Beltim ini dikatakan negeri yang aman, betul-betul aman,” tegas Hidayat Arsani saat memberikan keterangan resmi, Sabtu (8/8/2026).
“Mulai hari ini, rakyat Beltim sudah ditentukan permintaan dia kemarin Rp200.000, alhamdulillah sudah dikabulkan hari ini. SN 73 dan pembayaran sesuai mekanisme. Yang masyarakat silakan menambang di wilayah PT Timah yang resmi, tidak mengganggu irigasi, hutan lindung, dan DAS (Daerah Aliran Sungai). Silakan menambang dengan baik,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa kesepakatan harga Rp200.000 per kilogram tersebut telah disetujui oleh manajemen PT Timah Tbk yang turut hadir dalam musyawarah, termasuk Direktur Keuangan PT Timah Tbk.
Terkait pertanyaan masyarakat mengenai disparitas atau perbedaan harga bijih timah antara Pulau Bangka dan Pulau Belitung, Hidayat Arsani memberikan penjelasan logis berbasis kondisi operasional dan bisnis.
“Di sini kan tidak ada smelter, harap maklum ini bisnis. Di sana (Bangka) jarak tempuh murah sekali, di sini menggunakan kapal. Nah itu mekanisme kembali ke PT Timah. Tapi hari ini permintaan masyarakat khusus penambangan dengan harga 200 kita kunci dulu, harga disetujui ya,” terangnya.
Terkaid dengan aksi penambang yang sempat diwarnai insiden pembakaran dan tindakan anarkis sebelumnya, Gubernur menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan profesional di kepolisian. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah melalui penyelesaian musyawarah mufakat.
“Langkah-langkah hukum, nama kriminal tetap berjalan. Kemarin ada pembakaran, ada apa, itu berjalan dengan hukumnya di kepolisian,” kata Hidayat.
“Himbauan saya sebagai Gubernur agar bisa menahan emosional, bisa menahan langkah-langkah melawan hukum. Semua permasalahan kita dapat kita selesaikan secara musyawarah mufakat. Semua manusia tidak ada yang sempurna, pasti ada kekurangan dan kelebihan. Berharap kita banyak-banyak bersyukur, banyak-banyak berdoa supaya Beltim ini kondusif, aman, tentram,” tuturnya.
Hidayat juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak luar yang ingin memperkeruh suasana di Belitung Timur.
“Semua masyarakat saya imbau untuk menahan diri dari kriminal-kriminal yang diprovokasi pihak-pihak luar yang merugikan pemerintahan Beltim ini. Saya pikir Beltim ini sangat aman,” tutupnya. (Red)


