(Foto: Subdit Gakkum Polairud Polda Babel saat mengamankan pasir timah yang hendak diselundupkan, Kamis (17/9/2026)/Ist/JIC)
BELITUNG TIMUR,ย JURNAL-INDONESIA.COMย || Joni Manggar alias Joni Akong akhirnya angkat bicara terkait kasus dugaan penyelundupan 8 ton pasir timah yang berhasil diamankan oleh Ditpolairud Polda Babel di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Kamis (17/8/2026).
Sebelumnya, nama Joni sempat dikaitkan dan disebut terlibat dalam aktivitas bernilai ekonomis hingga miliaran rupiah tersebut. Namun, Joni secara tegas membantah seluruh tuduhan yang mengarah pada dirinya dalam pusaran kasus yang kini tengah ditangani oleh aparat penegak hukum.
“Bukan saya bang. Perihal kasus ini saya tidak tahu menahu, itu barang (pasir timah) bukan punya saya,” kata Joni kepada Jurnal-Indonesia.com, Jumat (18/9/2026) sore.
Mengklarifikasi tuduhan yang dialamatkan kepadanya, Joni menekankan bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan siapa pun terkait aktivitas pasir timah tersebut, serta mengaku tidak mengenali dua terduga pelaku yang diamankan oleh pihak kepolisian.
“Saya tidak pernah menyuruh seseorang seperti halnya yang dituduhkan dalam pemberitaan. Saya juga tidak mengenal kedua pelaku yang diamankan oleh pihak yang berwajib,” tegasnya.
Ia juga menegaskan tidak pernah meminta bantuan maupun menjalin komunikasi dengan pihak mana pun mengenai kasus ini.
“Saya kenal juga tidak dengan mereka, apa lagi pernah meminta bantu. Saya tidak ada terlibat dengan pihak manapun, terkait dengan perihal itu. Dan tuduhan itu sangat tidak benar,” ungkapnya.
Di sisi lain, penyidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel saat ini masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengusut tuntas perkara tersebut. Rencananya, kedua pelaku yang diamankan akan dibawa ke Pulau Bangka untuk menjalani pemeriksaan mendalam.
Saat dikonfirmasi mengenai perkembangan penanganan kasus ini, pihak Ditpolairud Polda Babel menyatakan bahwa jajarannya masih melakukan penyidikan di lapangan.
“Walaikumsallam, Alhamdulillah. Salam kenal bang. Kami sementara masih kerja keras bang,” kata Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel saat dihubungi Jurnal-Indonesia.com, Jumat (18/9/2026) sore. (Boy)



