Kapolda Metro Jaya Tekankan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Secara Humanis dan Persuasif

(Foto: Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto saat memimpin apel pasukan untuk mengawal unjuk rasa, Rabu (28/10/2026)/Ist/Dois Alfatih)

JAKARTA, JURNAL-INDONESIA.COM || Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menginstruksikan seluruh jajaran personel kepolisian agar mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif dalam mengawal jalannya aksi unjuk rasa di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Instruksi ini disampaikan guna memastikan proses penyampaian aspirasi masyarakat dapat berjalan dengan tertib, aman, serta tetap menghormati hak konstitusional warga negara.

“Oleh karena itu, pelaksanaan tugas dimulai dari langkah-langkah pendekatan persuasif dan humanis,” ujar Komjen Dadang dalam keterangan resminya, Rabu (28/10/2026).

Lebih lanjut, Dadang menekankan agar seluruh anggota di lapangan senantiasa bertugas secara profesional, proporsional, serta mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan perlindungan penuh terhadap hak masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum.

BACA JUGA :

Dalam pengamanan ini, Polda Metro Jaya juga bersinergi dengan jajaran TNI, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, serta Petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga.

“Keselamatan seluruh warga negara, baik peserta penyampaian aspirasi maupun masyarakat umum, menjadi tanggung jawab dan prioritas utama,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memaparkan bahwa terdapat puluhan kegiatan masyarakat yang berlangsung secara bersamaan di ibu kota hari ini, yang sebagian besar di antaranya merupakan aksi unjuk rasa.

“Ada beberapa aktivitas masyarakat lainnya pada hari ini, ada 77 kegiatan, 53 aksi penyampaian aspirasi, dan 24 kegiatan masyarakat lainnya di wilayah DKI. Ini tentu butuh pengawalan dan penjagaan agar kegiatan itu berjalan dengan baik,” ungkap Kombes Budi.

Titik-titik penyampaian aspirasi terpantau terkonsentrasi di beberapa kawasan strategis, seperti di depan Gedung DPR/MPR RI, kawasan Bundaran HI, sekitar Monumen Nasional (Monas), hingga kawasan Tugu Tani. Pihak kepolisian pun memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat jika rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional nantinya berdampak pada mobilitas pengguna jalan,” imbuhnya.

Kombes Budi turut mengimbau kepada seluruh elemen massa aksi maupun masyarakat luas agar senantiasa mematuhi aturan perundang-undangan yang berlaku serta bersama-sama menjaga fasilitas umum.

“Kami mengajak bersama-sama dalam penyampaian aspirasi, karena diatur oleh undang-undang untuk aman, damai, dan menjaga fasilitas umum. Menjaga ruang publik dan fasilitas umum merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Doi)


Spread the love

2 thoughts on “Kapolda Metro Jaya Tekankan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Secara Humanis dan Persuasif”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *