(Foto: Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Agus Wijayanto/Ist/Izar)
BANGKA SELATAN,ย JURNAL-INDONESIA.COMย || Pelarian terduga pelaku penembakan maut di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, berinisial MA, akhirnya terhenti. Pria tersebut ditangkap aparat kepolisian di Pelabuhan Tanjung Kalian saat diduga hendak melarikan diri melalui jalur laut pada pukul 21.45 WIB. Penangkapan ini dilakukan kurang dari 24 jam setelah peristiwa penembakan terjadi, Selasa (28/10/2026).
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Agus Wijayanto menyampaikan bahwa penangkapan terduga pelaku berhasil dilakukan berkat informasi cepat yang diterima dari masyarakat.
“Penangkapan ini dilakukan setelah tim di lapangan memperoleh informasi dari masyarakat. Terduga pelaku MA kami amankan di Pelabuhan Tanjung Kalian saat diduga hendak melarikan diri menggunakan jalur laut,” ujar Kapolda Babel, Irjen Pol Agus Wijayanto, Kamis (29/10/2026).
Peristiwa penembakan itu sendiri terjadi pada pukul 12.15 WIB di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Jalan Payak Ubi, Kecamatan Toboali. Akibat kejadian tersebut, seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah menderita luka tembak parah tepat di bagian kepala.
Usai kejadian, jenazah korban langsung dievakuasi untuk menjalani proses autopsi. Dari hasil pemeriksaan forensik, tim medis menemukan sebuah proyektil peluru yang bersarang di dalam kepala korban. Temuan ini menjadi barang bukti kunci bagi penyidik untuk mendalami kasus tersebut.
Meski terduga pelaku telah diamankan, barang bukti berupa senjata api yang digunakan dalam penembakan hingga kini masih belum ditemukan. Senjata tersebut diduga merupakan senjata api rakitan jenis revolver.
“Berdasarkan keterangan sementara dari terduga pelaku, senjata jenis revolver rakitan tersebut mengaku telah dibuangnya,” terang Kapolda.
“Namun, kami masih terus melakukan pencarian intensif di lapangan untuk memastikan dan menemukan keberadaan senjata api tersebut demi mencocokkan barang bukti dengan hasil forensik,” sambungnya.
Motif Penembakan Masih Didalami
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat memastikan motif di balik penembakan maut tersebut. Penyidik masih terus melakukan pendalaman karena keterangan yang diberikan MA dinilai kerap berubah-ubah selama proses pemeriksaan.
“Keterangan terduga pelaku selama pemeriksaan masih berubah-ubah. Informasi awal menyebutkan MA datang ke lokasi dalam kondisi mabuk atau sedang bercanda. Meski begitu, kami tidak begitu saja percaya dan masih perlu memastikan rangkaian peristiwa sebenarnya melalui pemeriksaan lanjutan,” lanjut Kapolda Babel itu.
Untuk menyusun kronologi secara utuh, polisi telah memeriksa tiga orang saksi yang merupakan rekan di lokasi kejadian. Keterangan para saksi diuji dan dicocokkan dengan pernyataan terduga pelaku.
Selain itu, hasil tes urine yang dilakukan sesaat setelah penangkapan menunjukkan bahwa MA positif mengonsumsi narkoba. Walaupun demikian, temuan indikasi narkoba tersebut belum secara langsung menjelaskan motif utama di balik aksi penembakan.
Kepolisian menegaskan akan mengusut tuntas asal-usul senjata api rakitan yang didapat pelaku, peristiwa mendahului penembakan, serta memberikan perlindungan penuh kepada keluarga korban. (Iz/Red)



