Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman Pasang Badan

(Foto: Timnas Indonesia di partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026/Ist/Dois)

JAKARTA, JURNAL-INDONESIA.COM || Di tengah euforia keberhasilan Skuad Garuda melaju ke partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026, kabar kurang mengenakkan datang dari internal tim nasional. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, membongkar persoalan serius terkait perundungan (cyberbullying) hingga ancaman pembunuhan yang dialami oleh sejumlah anak asuhnya di media sosial.

Timnas Indonesia sebenarnya baru saja mengukuhkan tiket ke babak final secara meyakinkan usai menghancurkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga pamungkas Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Namun, di balik pesta gol tersebut, Herdman memilih untuk pasang badan dan menyoroti tajam perlakuan destruktif dari netizen di dunia maya.

Pelatih asal Inggris itu mengaku sangat prihatin melihat kritik atas performa pemain di lapangan yang telah bergeser menjadi hinaan, perundungan sistematis, hingga ancaman keselamatan jiwa.

Usai pertandingan di SUGBK, John Herdman menyampaikan pesan mendalam dan imbauan terbuka kepada publik sepak bola tanah air.

“Dan saya berharap kalian memperlakukan orang dengan lebih baik. Ketika situasinya sulit, saya berharap kalian memperlakukan orang dengan lebih baik,” ujar John Herdman usai laga, Kamis (1/10/2026).

“Karena beberapa hal yang dikatakan tentang dia dan pemain lainnya tidak benar. Perundungan secara online itu tidak benar,” tegasnya.

Persoalan ini nyatanya tidak berhenti pada komentar negatif atau kritik pedas semata. Herdman mengungkapkan bahwa beberapa pemain bahkan menerima pesan bernada ancaman nyawa yang berdampak buruk pada psikologis tim.

“Anak-anak kami mendapatkan ancaman pembunuhan. Itu menyakitkan,” ungkap Herdman dengan nada prihatin.

Ia juga menyentil kemudahan serta keberanian semu pengguna media sosial yang sering kali mengabaikan dampak kesehatan mental para atlet.

“Sangat mudah mengirimkan hinaan sambil bersembunyi di balik keyboard atau telepon. Tetapi secara mental, itu menyakitkan,” tutur mantan pelatih Timnas Kanada tersebut.

“Kita harus lebih baik dari ini. Kita harus lebih baik dari ini. Kita semua manusia,” tutup Herdman mengakhiri pernyataannya.

Melalui pesan ini, publik diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih bijak dan membendung aksi cyberbullying terhadap para pemain Timnas Indonesia, terlebih saat tim tengah berjuang di ajang internasional. (Doi) 


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *