(Foto: Helikopter jenis Water Bombing (WB) Super Puma dengan nomor registrasi VH-HGM sewaan BNPB jatuh di Sungai Barito/Ist/Dois Alfatih)
JAKARTA, JURNAL-INDONESIA.COM || Operasi penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan diwarnai duka mendalam menyusul dua insiden kecelakaan helikopter berturut-turut dalam sepekan. Helikopter sewaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan armada milik TNI Angkatan Darat (TNI AD) mengalami musibah saat mengemban misi kemanusiaan di dua lokasi berbeda.
Insiden pertama terjadi pada Rabu (4/11/2026) ketika helikopter TNI AD jenis Mi-17V5 terjatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Armada yang mengangkut delapan personel tersebut mengalami kecelakaan saat tengah menjalankan misi pengambilan air (water bombing).
Akibat musibah di Seruyan tersebut, tiga prajurit TNI AD gugur dalam tugas, yaitu Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo. Sementara itu, lima personel lainnya berhasil selamat dan mendapatkan perawatan medis intensif.
“TNI AD masih terus mengupayakan evakuasi serta memprioritaskan penanganan medis bagi kru yang telah berhasil diselamatkan,” ujar perwakilan pihak berwenang saat memberikan keterangan resmi.
Hanya berselang beberapa hari, kecelakaan udara kembali terulang pada Minggu (8/11/2026). Helikopter jenis Water Bombing (WB) Super Puma dengan nomor registrasi VH-HGM sewaan BNPB jatuh di Sungai Barito, Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Helikopter tersebut mengangkut tiga orang kru.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, membenarkan insiden kedua ini saat dikonfirmasi wartawan.
“Telah terjadi kecelakaan heli WB Super Puma VH-HGM jatuh ke Sungai Barito. Jumlah kru tiga orang,” kata Berton SP Panjaitan kepada jurnal-indonesia.com, Minggu (8/11/2026).
Berton menjelaskan, helikopter tersebut diduga mengalami kecelakaan saat hendak mengambil air untuk memadamkan titik api karhutla. Kendati demikian, pihak BNPB menyatakan masih mendalami aktivitas helikopter sebelum kecelakaan terjadi.
“Kalau lihat videonya demikian (sedang angkut air), nanti kami sampaikan setelah informasi utuh,” pungkasnya.
Pemerintah pusat melalui Istana Kepresidenan sebelumnya telah menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya para prajurit dan kru yang berjuang di garis depan pemadaman karhutla. Tim gabungan SAR dan otoritas terkait kini terus memantau penanganan kedua insiden serta mengamankan area tempat kejadian perkara untuk investigasi lanjutan. (Doi/ISK)



