Warga Keluhkan Antrean Panjang Pengerit BBM di SPBU Pilang Pasca Tipidter Polres Belitung Amankan BR dan 27 Jerigen Pertalite

(Foto: Praktik pengangsiran atau “pengerit” BBM di SPBU Pilang, Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung/Ist/Doc. MJI)

BELITUNG, JURNALINDONESIA.COM|| Pengamanan terduga pelaku penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite berinisial Bram beserta 27 jerigen oleh Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Belitung mengungkap fakta keresahan warga lokal. Praktik pengangsiran atau “pengerit” BBM di SPBU Pilang, Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, dinilai makin memprihatinkan dan merugikan masyarakat umum.

Operasi penindakan yang berlangsung pada Selasa (27/10/2026) tersebut menyita barang bukti berupa 27 jerigen berisi BBM jenis Pertalite serta satu unit kendaraan roda empat jenis pikap warna hitam. Kendaraan bak terbuka itu diduga kuat milik seorang oknum anggota.

Penindakan hukum ini mendapat sorotan langsung dari warga sekitar yang saban hari melintasi kawasan SPBU Pilang. Salah seorang warga, Melly, mengungkapkan kekesalannya atas maraknya aktivitas pengerit BBM yang memicu antrean mengular hingga mengganggu mobilitas harian masyarakat.

“Aktivitas pengerit BBM di SPBU Pilang itu makin ngeri dan sangat banyak. Saya kalau mau mengisi BBM saja sampai malas karena antreannya sangat panjang, padahal jarak SPBU itu sangat dekat dari sekolah kami,” ujar Melly saat memberikan kesaksiannya, Rabu (28/10/2026).

BACA JUGA :

Sebelumnya, sumber terpercaya redaksi menegaskan bahwa lokasi pengamanan berada di area sekitar SPBU Pilang dan mengonfirmasi keterlibatan kendaraan yang diduga milik oknum aparat.

“Penangkapan di sekitar SPBU Pilang. Mobil itu milik anggota,” kata sumber terpercaya yang mengetahui persis kejadian tersebut kepada awak media, Rabu (28/10/2026).

Menanggapi kabar pengamanan barang bukti dan terduga pelaku, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Belitung, AKP Martuani Manik, menyatakan pihaknya belum menerima laporan mendetail mengenai perkara tersebut lantaran sedang tidak berada di tempat.

“Saya belum mendapatkan informasi. Saya masih di luar kota,” tutur AKP Martuani Manik singkat saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak kepolisian untuk bertindak tegas membeberkan status hukum Bram, mengusut tuntas kepemilikan mobil pikap yang mengangkut puluhan jerigen Pertalite, serta menertibkan praktik pengerit di SPBU Pilang agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran. (Boy/Tim)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *