(Foto: Aliansi Mahasiswa Purwakarta bersama Komunitas Pena dan Lensa (KOPEL) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Purwakarta/Ist/Dede Lukman Hakim)
PURWAKARTA, JURNAL-INDONESIA.COM || Aliansi Mahasiswa Purwakarta bersama Komunitas Pena dan Lensa (KOPEL) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Purwakarta pada momen Peringatan Hari Sumpah Pemuda. Massa aksi mempertanyakan implementasi nyata slogan “Purwakarta Istimewa” yang dinilai belum memberikan ruang memadai bagi pengembangan potensi generasi muda.
Dalam aksi tersebut, massa menekan Pemda Purwakarta agar tidak melulu berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga memprioritaskan kesejahteraan masyarakat serta ruang ekspresi kreatif bagi anak muda.
Perwakilan Komunitas Pena dan Lensa, Rangga Maulana Ikhsan, menegaskan bahwa predikat dan slogan keistimewaan daerah tidak boleh berhenti sebatas jargon politik semata.
“Membangun kota kreatif tidak cukup hanya dengan menghadirkan bangunan megah. Pemerintah daerah perlu memastikan tersedianya ruang publik yang dapat digunakan masyarakat untuk bertukar gagasan, berkarya, serta mengembangkan kegiatan kreatif,” ujar Rangga Maulana Ikhsan saat menyampaikan orasinya di lokasi aksi.
Rangga secara khusus menyoroti kondisi fasilitas publik seperti Taman Wirasisesa dan Alun-alun Purwakarta. Ia juga mempertanyakan keberadaan gedung kreatif daerah yang sebelumnya pernah ada, namun kini tidak lagi dapat diakses oleh komunitas tempatan.
BACA JUGA :
“Bagaimana predikat ‘Purwakarta Istimewa’ itu diterjemahkan ke dalam kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat? Keistimewaan daerah semestinya diwujudkan melalui fasilitas publik yang memadai, dukungan terhadap komunitas, serta kesempatan bagi anak muda untuk terlibat langsung dalam pembangunan,” tegas Rangga.
Aksi yang berlangsung damai tersebut sempat diwarnai kekecewaan lantaran tidak ada satu pun perwakilan Pemda Purwakarta yang keluar untuk menemui massa aksi dan menerima aspirasi secara langsung.
Meski demikian, pihak kepolisian memastikan situasi di lapangan tetap terkendali hingga massa membubarkan diri.
Kanit III Sat Intelkam Polres Purwakarta, Ayi Triyana, S.E., mengapresiasi penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan oleh mahasiswa dan elemen komunitas tersebut.
โAlhamdulillah, agenda demo hari ini berjalan aman, tertib, dan kondusif,โ kata Ayi Triyana, S.E. saat dikonfirmasi di lokasi.
Massa aksi berharap Pemda Purwakarta dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut secara konkret dengan membuka ruang dialog interaktif bersama para pemuda dan pelaku industri kreatif, guna memastikan pembangunan daerah berlandaskan pada peningkatan kualitas hidup warga dan pengembangan potensi generasi muda.(DD)



