Penyelundupan 8 Ton Timah di Belitung Timur Digagalkan Ditpolairud Polda Babel, Istri Sopir Buka Suara Sebut Suaminya Dikambinghitamkan

(Foto: Pasir Timah yang diduga milik Joni Manggar atau Joni Akong saat diamankan pihak Polairud Polda Babel/Ist/Ferdi Aditiawan)

BELITUNG TIMUR, JURNAL-INDONESIA.COMย || Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Bangka Belitung (Babel) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pasir timah ilegal di Pelabuhan Labun, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Kamis (17/9/2026).

Dari penindakan tersebut, aparat kepolisian mengamankan sedikitnya 160 karung pasir timah dengan berat keseluruhan mencapai 8 ton. Nilai ekonomis dari pasir timah ilegal tersebut diperkirakan menembus angka miliaran rupiah.

Selain menyita barang bukti timah, polisi juga mengamankan dua orang terduga pelaku beserta armada pengangkut di lokasi kejadian untuk selanjutnya diamankan guna penyelidikan lebih lanjut.

“Ada dua orang diamankan, infonya saat ini masih dalam pengembangan,” ungkap sumber terpercaya kepadaย Jurnal-Indonesia.com, Kamis (17/9/2026) malam.

Informasi yang dihimpunย Jurnal-Indonesia.comย mengindikasikan bahwa penindakan aparat tidak berhenti di Pelabuhan Labun saja. Berdasarkan hasil pengembangan, jajaran polisi menyambangi sebuah gudang penampungan timah yang berada di depan tower Jalan Raya Manggar-Damar. Gudang tersebut disinyalir kuat milik seorang kolektor timah tersohor di Belitung Timur bernama Joni Manggar alias Joni Akong.

Baca Juga: Penindakan Tambang Ilegal di Beltim: Polres Amankan 9 Ton Pasir Timah di Pantai Selindang, Polairud Usut Kasus Perairan Gantung

Baca Juga: Polres Belitung Timur Amankan 9 Ton Pasir Timah di Pantai Selindang, Kasatreskrim Bantah Keterlibatan Oknum TNI

“Ya memang ada polisi rame betul datang ke gudang Joni Manggar. Infonya ada keterlibatan Joni dalam lundup timah itu,” ujar sumber lain yang mengetahui penggerebekan tersebut.

Istri Sopir Buka Suara: “Suami Saya Hanya Nolong Bawa Mobil, Tidak Dibayar!”

Di tengah proses penyidikan yang sedang berjalan, suara keras datang dari pihak keluarga salah satu pekerja yang ikut ditangkap. Seorang wanita yang merupakan istri dari sopir angkutan barang tersebut membeberkan kronologi awal keterlibatan suaminya.

Ia menegaskan bahwa suaminya hanya dimintai bantuan oleh seseorang bernamaย Ferry Caiย untuk mengemudikan mobil perpindahan barang gudang setelah baru saja pulang dari kebun.

“Kemarin kan yang hari Selasa tuh ada kawan, bilang… kurang tahu sih namanya, Ferry bukan? Enggak tahu, enggak kenal. Bilang kata ada gawe (pekerjaan) sedikit… ‘Gawe apa?’ kata dia kan. Kami kan baru balik (Pulang) dari kebun sama Bapak ini kan. Nyopir, bawa mobil. Oh iyalah kata kita kan, ini lama enggak bawa mobil, serius benar,” kataย istri terduga sopir kepada awak media.

Ia menambahkan bahwa barang-barang dan timah yang diangkut oleh suaminya berasal dari gudang milik Joni Akong di Manggar dengan instruksi pengangkutan awal untuk pemindahan inventaris gudang dan meja goyang (alat pemisah timah).

“Menurut keterangan suami aku, (timahnya) diambil dari gudang Pak Joni Akong. Bawa ke pelabuhan… Cuma keterangannya tuh, cuma mau pindah gudang saja sekali di Manggar baru, bawa timah, bawa meja-meja itu, meja goyang apa,” jelasnya lagi.

Sang istri pun menyayangkan penangkapan suaminya yang hanya bertindak sebagai pekerja biasa tanpa tahu-menahu mengenai skema penyelundupan pasir timah, apalagi suaminya sama sekali tidak menerima bayaran atas tindakan pertolongannya tersebut.

“Iyalah (dikambinghitamkan). Kan cuma bilang nyopir kan, nolong ya. Enggak ada dia hubungan untuk sengaja untuk nyolong timah, enggak ada, enggak ada. Dibayar juga enggak ada dibayar,” tandasnya.

Ia mendesak agar pihak kepolisian bertindak adil dan tidak menjerat pekerja tingkat bawah yang dijadikan korban, melainkan memproses aktor utama dan penyuruh kegiatan pengangkutan tersebut.

“Ya keluarlah gitu, jangan… kan yang nyuruh gitu kan. Keluarlah, jangan takut. Masa sih orang tidak bersalah ini dikorbankan?,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan,ย Jurnal-Indonesia.comย masih terus berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada Joni Manggar alias Joni Akong terkait dugaan keterlibatannya, serta kepada Dirpolairud Polda Babel Kombes Pol Rudi Hadi mengenai penanganan kasus ini lebih lanjut.ย (Boy)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *