(Foto: Warga padati Bundaran Satam saat acara Car Free Day (CFD)/Ist/Hosland)
BELITUNG, JURNAL-INDONESIA.COM || Pelaksanaan Car Free Day (CFD) setiap hari Minggu di kawasan Bundaran Satam, Kabupaten Belitung, menuai gelombang kritik dari masyarakat. Kebijakan yang ditetapkan oleh Bupati Belitung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Belitung tersebut dinilai membebani warga serta merugikan para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan Sriwijaya.
Keluhan dan kekecewaan warga mengemuka di ruang publik digital, salah satunya meluap dalam grup Facebookย Forum Criisis Center Belitung. Berbagai tanggapan miring membanjiri kolom komentar, menyoroti dampak ekonomi hingga efektivitas program pemerintah daerah tersebut.
Sejumlah netizen menilai penutupan akses jalan saat CFD berdampak langsung pada pendapatan para pedagang kecil yang mengandalkan mata pencaharian harian di kawasan tersebut.
“Kalau memang mengganggu pekerjaan orang, jangan dilaksanakan Pak. Anda biarpun Bupati Belitung tidak akan memberi makan orang, tidak akan membayar tagihan orang,” tulis akun Dyan JA dalam logat daerah setempat, Selasa (4/8/2026).


