Sempat Hilang Kontak di Perairan Pulau Kandis, 3 Pemancing Belitung Timur Ditemukan Selamat

(Foto: Tim Rescue Pos SAR Belitung menuju lokasi/Ist/Ferdi Aditiawan)

BELITUNG TIMUR, JURNAL-INDINESIA.COM || Tiga orang pemancing asal Kabupaten Belitung Timur yang sempat dilaporkan hilang kontak (lost contact) di Perairan Pulau Kandis, Kecamatan Kelapa Kampit, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat pada Rabu (4/11/2026) sore.

Kejadian berawal saat Rapli (19), Danil (19), dan Epan (31) berangkat melaut menggunakan kapal KUB Nusamanuk dari Pelabuhan Pring Kampit pada Selasa (3/11/2026) pukul 16.00 WIB menuju fishing ground di Perairan Pulau Kandis. Biasanya, ketiganya sudah kembali ke daratan pada esok pagi. Namun, hingga Rabu siang, para pemancing tersebut tak kunjung tiba di rumah.

Upaya pencarian mandiri yang dilakukan pihak keluarga sempat tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya Kepala Desa setempat melaporkan insiden ini ke Pos SAR Belitung untuk meminta bantuan pencarian resmi.

Menerima laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang langsung memberangkatkan Tim Rescue Pos SAR Belitung menuju lokasi. Tim SAR Gabungan tiba di Pelabuhan Pring Kampit pada pukul 15.39 WIB untuk berkoordinasi dengan pihak keluarga.

Sekitar 10 menit berselang, tepatnya pukul 15.50 WIB, kapal berwarna merah putih yang ditumpangi ketiga pemancing terlihat mendekati dermaga dan bersandar dengan aman.

Sesampainya di daratan, para korban mengungkapkan kronologi keterlambatan mereka. Saat berada di fishing ground pada malam hari, kapal mereka dihantam badai yang menyebabkan kerusakan dan mati mesin. Situasi kian sulit karena seluruh ponsel milik korban kehabisan baterai.

Meski mesin kapal berhasil diperbaiki, perairan sekitar tertutup kabut tebal. Tanpa ponsel yang berfungsi sebagai pemandu arah (GPS) serta jarak pandang yang terbatas, ketiga pemancing mengambil keputusan untuk berhenti dan menunggu cuaca membaik di tengah laut demi keselamatan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, S.E., mengapresiasi keputusan tepat yang diambil oleh para korban saat menghadapi situasi darurat di laut.

“Alhamdulillah, ketiga nelayan kita berhasil kembali ke daratan dengan selamat. Keputusan mereka untuk menunggu cuaca cerah saat kehilangan arah navigasi adalah langkah yang sangat tepat untuk menghindari risiko yang lebih fatal,” ujar Mikel Rachman Junika dalam keterangan resminya, Rabu (4/11/2026).

Mikel juga mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan untuk senantiasa mengedepankan aspek keselamatan sebelum memutuskan untuk melaut.

“Kami dari Basarnas terus mengimbau kepada seluruh nelayan agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut, memastikan ketersediaan alat keselamatan seperti life jacket, serta membawa alat komunikasi dan navigasi cadangan, seperti powerbank atau kompas manual,” tegas Mikel.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan memastikan ketiga korban dalam kondisi sehat, Tim SAR Gabungan menyerahkan mereka secara resmi kepada pihak keluarga. Dengan kembalinya seluruh korban, operasi SAR dinyatakan ditutup secara resmi. (Boy)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *