(Foto: Suasana Minggu pagi Jalan Sriwijaya menuju Bundaran Satam/Ist/JIC)
BELITUNG, JURNAL-INDONESIA.COM || Menanggapi gelombang kritik dan aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran Satam dan Jalan Sriwijaya, Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat akhirnya buka suara. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung menegaskan komitmennya untuk mendengarkan seluruh masukan warga dan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan tersebut.
Bupati Djoni menyampaikan apresiasi atas dinamika saran, kritik, maupun dukungan dari warga di media sosial. Menurutnya, seluruh masukan menjadi bahan evaluasi penting untuk melihat sisi positif dan hal-hal yang perlu dibenahi dari program kegiatan mingguan itu.
“Saya menghargai setiap kritik, saran, maupun dukungan yang disampaikan. Semua itu menjadi bahan bagi kami untuk melihat apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu diperbaiki,” ujar Djoni Alamsyah Hidayat dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).
Menanggapi keluhan dari sebagian pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha di sepanjang Jalan Sriwijaya yang merasa omzetnya menurun, Bupati menjelaskan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan dinamika yang beragam. Di satu sisi ada usaha yang terdampak penutupan jalan, namun di sisi lain terdapat UMKM yang justru mengalami peningkatan penjualan selama kegiatan berlangsung.
Ia juga menekankan bahwa penutupan akses lalu lintas saat CFD hanya berlangsung singkat, yakni selama tiga jam mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, sebelum aktivitas normal kembali berjalan. Meski demikian, Pemkab tidak mengabaikan dampak sekecil apa pun yang dirasakan masyarakat.


