Polsek Manggar Amankan Kendaraan di Pantai Alfaco, Diduga Penertiban Tambang Ilegal Bocor

(Foto: Anggota Polsek Manggar menertibkan tambang ilegal di pantai Alfaco, Damar, Belitung Timur, Sabtu (1/8/2026)/Humas/Ist)

BELITUNG TIMUR, JURNAL-INDONESIA.COM || Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Belitung Timur melalui Unit Reskrim Polsek Manggar bergerak melakukan penertiban terhadap aktivitas penambangan timah tanpa izin (ilegal) di kawasan Pantai Alfaco, Desa Mengkubang, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, Sabtu (1/8/2026) dini hari. 

Dalam operasi penertiban tersebut, petugas mengamankan sejumlah kendaraan bermotor yang berada di lokasi penambangan.

Kapolres Belitung Timur, AKBP Husni Thamrin, membenarkan adanya pengamanan barang bukti dari lokasi Pantai Alfaco yang dilakukan oleh jajaran Unit Reskrim Polsek Manggar.

“Ada enam unit kendaraan roda dua (R2) dan satu unit kendaraan roda empat (R4) yang diamankan,” kata AKBP Husni Thamrin saat memberikan keterangannya kepada jurnal-indonesia.com, Sabtu (1/8).

Namun, saat dikonfirmasi mengenai keberadaan para pelaku maupun alat tambang (set rajuk) di lokasi saat penertiban berlangsung, Kapolres menyebutkan tidak ada yang berhasil diamankan di tempat kejadian perkara (TKP).

“Tidak ada (pelaku dan alat tambang yang diamankan),” jelas Kapolres singkat.

Di sisi lain, tidak ditangkapnya para pelaku penambang maupun penyitaan alat tambang di lokasi Pantai Alfaco memicu sorotan tajam dari masyarakat Belitung Timur. 

Sumber yang enggan disebutkan namanya, menduga adanya kebocoran informasi sebelum penertiban dilakukan oleh aparat penegak hukum, sehingga para penambang sempat melarikan diri dan mengamankan peralatan utama mereka.

“Diduga ada keterlibatan oknum anggota Polres Beltim berinisial R di situ. Makanya setiap penertiban selalu bocor atau tidak ada penanganan yang benar-benar serius,” tegas sumber kepada jurnal-indonesia.com.

Sumber mengungkapkan, berdasarkan pantauannya dan laporan masyarakat sekitar, para penambang liar tersebut bahkan masih nekat beroperasi pada Jumat (31/7) pagi. Menurutnya, jika kondisi ini terus berlanjut tanpa tindakan tegas terhadap para aktor di belakangan layar, masyarakat bersama aktivis siap turun langsung ke lapangan.

“Tadi pagi mereka juga masih jalan lagi di Pantai Alfaco. Apa perlu kita sendiri yang datang ke sana malam-malam untuk melihat langsung?,” pungkasnya.

Masyarakat kini berharap Polda Bangka Belitung maupun Polres Belitung Timur dapat mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum aparat serta memproses hukum para pemilik tambang ilegal yang merusak lingkungan pesisir Pantai Alfaco secara transparan. (AL) 


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *