(Foto: Beberapa Ruko di San Antonio, Pakuwon City, Surabya, Jawa Timur rusak akibat ledakan/Ist/Andi DNA)
SURABAYA,ย JURNAL-INDONESIA.COMย || Peristiwa ledakan dahsyat mengguncang kawasan pertokoan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (6/10/2026) pagi. Insiden ini mengakibatkan puluhan rumah toko (ruko) mengalami kerusakan parah dan sedikitnya lima orang korban luka-luka harus dilarikan ke rumah sakit.
Dugaan sementara, ledakan dipicu oleh kebocoran tabung gas Elpiji di salah satu ruko kuliner di kawasan tersebut sebelum akhirnya merembet dan merusak bangunan di sekitarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menyatakan bahwa petugas langsung diterjunkan ke lokasi begitu menerima laporan dari warga sekitar.
“Kami menerima laporan ledakan sekitar pukul 08.00 WIB. Sebanyak 10 unit armada pemadam kebakaran dan tim medis dari Dinas Kesehatan langsung digerakkan menuju lokasi untuk evakuasi dan pengamanan area,” ujar petugas tim evakuasi di lokasi kejadian, Selasa (6/10/2026).
Dampak dari ledakan tersebut cukup masif. Kaca-kaca ruko pecah, dinding bangunan retak, serta beberapa bagian atap dan fasilitas pameran toko di sepanjang deretan San Antonio mengalami kerusakan hebat.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polrestabes Surabaya dan Polsek Mulyorejo langsung memasang garis polisi (police line) di sekitar area kejadian guna mensterilkan lokasi serta mempermudah proses penyelidikan.
Kapolsek Mulyorejo mengonfirmasi bahwa seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis darurat.
“Korban luka saat ini tercatat ada lima orang. Mayoritas mengalami luka bakar serta luka gores akibat serpihan kaca yang terbang saat ledakan terjadi. Semua korban sudah dievaluasi dan dilarikan ke RS Mutiara dan RSUD dr. Soetomo untuk mendapatkan perawatan intensif,” ungkapnya dalam keterangan resmi.
Hingga berita ini diturunkan, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim dan Unit Reskrim masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti dan sumber awal titik ledakan. Petugas juga mengimbau warga dan pemilik ruko untuk tidak mendekati area berbahaya hingga olah TKP dinyatakan selesai. (AN)



