Komisi V DPR meminta Kementerian Pekerjaan Umum melalui Ditjen Bina Marga memperketat pengawasan konstruksi. Fokusnya bukan hanya pada percepatan, tetapi juga kualitas struktur yang tahan banjir dan gempa.
“Kualitas konstruksi harus dijaga sejak desain, pelaksanaan, sampai pemeliharaan. Ini infrastruktur vital,” tegas Rouw.
Secara fungsional, tol ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh Solo-Yogyakarta secara signifikan. Jika sebelumnya perjalanan via jalan nasional bisa mencapai 1,5 hingga 2 jam, ke depan cukup sekitar 30-50 menit.
Rouw juga mendorong percepatan pembangunan Tol Yogyakarta-YIA Kulonprogo agar konektivitas bandara, kota, dan kawasan ekonomi terintegrasi penuh. Menurutnya, tol ini akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi regional Jawa Tengah–DIY.
Secara bertahap, tol ini akan menghubungkan Solo, Klaten, Yogyakarta, hingga Yogyakarta International Airport (YIA). Sejumlah seksi telah beroperasi, sementara sisanya terus dikebut untuk mendukung mobilitas masyarakat dan logistik kawasan. (Red)
Ikuti juga media sosial kami Facebook Jurnal Indonesia, Tiktok Jurnal Indonesia dan Saluran Whatsapp Jurnal Indonesia

