“Mungkin DD yang mereka maksud itu, adalah nara sumber yang kami minta informasinya. Karena dia memang banyak mengetahui seluk beluk disana, dan kami berhak dong untuk menutupi nara sumber kami, dan dia juga bukan bagian dari redaksi kami,” lanjutnya.
Disamping itu, terkait adanya permintaan uang oleh wartawan jurnal-indonesia.com, Alfan dengan tegas membantah hal tersebut. Menurut Alfan, hal itu terbalik, dan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.
“Kalau mereka pengurus game zone meminta petunjuk kepada saya, kemudian menawarkan untuk mengirimi saya uang sebesar Rp 500 ribu, agar tidak lagi memberitakan tempat tersebut, itu benar. Tapi kemudian saya tolak, karena saya memang tidak menginginkan hal seperti itu,” sambungnya.
Selain itu juga, ia tidak akan berhenti untuk mengusut dan mengekpos pemberitaan terkait tempat yang diduga menjadi sarang perjudian itu di Kabupaten Belitung.
Berdasarkan beberapa data dan hasil wawancaranya, ia akan membawa berkas-berkas dan bukti yang telah diperolehnya, untuk disampaikan ke Bareskrim Mabes Polri agar tempat tersebut bisa dilakukan penindakan. (Wahyu Sukma)

